Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2009

BismiLLah…

Semalam ‘cikgu’ saya bercerita tentang konsep narcissism yang berasal daripada hikayat mitos Greek.

Ada seorang budak lelaki yang cantik bernama Narcissus. (a beautiful boy – sungguh, kami senyum-senyum mahu ketawa mendengar istilah ini) Kecantikannya dikagumi semua orang termasuklah para Tuhan (nota: Greek mempercayai banyak Tuhan) sehinggakan Tuhan-tuhan ini ada yang turun ke bumi untuk bersahabat dengan budak lelaki tersebut. Malangnya, budak lelaki tersebut terlalu megah dan sombong akan kecantikannya yang kononnya tidak dapat ditandingi di serata alam, lalu menolak huluran persahabatan oleh Tuhan-tuhan. “Aku terlalu cantik untuk berkawan dengan kamu!”

Tuhan itu berasa murka, lalu berkata, “Jangan terlalu megah dengan diri sendiri kerana kemegahan itu akan menghancurkan kamu!”

Suatu hari, budak lelaki tersebut berjalan di tepi sungai. Buat kali pertama, dia melihat pantulan wajahnya di dalam air. “Alangkah! Aku tidak pernah melihat wajah secantik ini!” Budak lelaki itu terlalu asyik dengan kecantikannya sehingga terlupa melakukan aktiviti-aktiviti hariannya termasuklah makan dan minum. Akhirnya dia mati kebuluran.

Tamat. (Sesiapa nak ketawa silakan, kerana cerita ini mempunyai unsur lelucon yang kurang dapat diterima akal)

Gelak, gelak juga.

Tapi, siapa yang dapat menafikan kecantikan itu boleh melalaikan? Kembali saja kepada diri kita sendiri, berapa lama kita mengahadap cermin bila hendak keluar rumah? Kadang-kadang boleh mencecah 30 minit (oh, ini sedikit unsur hiperbola). Memicit jerawat sudah beberapa minit. Toner, pelembap muka, bedak, mekap… lagi? Rambut? Kalau perempuan, tudung lagi… Mungkin ada yang jumlah waktu menghadap cerminnya melebihi jumlah waktu solat. Iyalah, solat 5 minit, 5 kali baru 25 minit. Aduhai… Siapa-siapa yang terasa (saya lah tu), lepas ni boleh kurangkan waktu melihat cermin. Kalau tak boleh juga, mungkin perlu panjangkan waktu solat. Lama-lama, boleh la tu. (Solat itukan mendidik kita berdisiplin)

Saya ada terfikir, “sebab tu bila tengok cermin kena baca doa.”

اللهمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِيْ فَأَحْسِنْ خُلُقِيْ

Ya Allah, sepertimana Engkau mencantikkan kejadianku, maka cantikkan (perbaiki) pula akhlakku. [Riwayat Ahmad, disahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaghul Ghalil]

Namun, menurut Ibn Taimiyyah, hadith ini tidak terbatas kepada melihat cermin sahaja, sebaliknya ia adalah doa umum memohon akhlaq yang baik dan terpuji. (Nota: Rujukan – 101 Doa daripada Hadis-Hadis Sahih oleh Us Zahazan Mohamed)

Kenapa kena selalu baca doa? Kenapa akhlak yang baik dikaitkan dengan kejadian rupa bentuk kita? Sebab kita selalu lupa, kita ni ciptaan Dia. Tubuh fizikal kita (yang dikatakan cantik itu) semuanya pinjaman. Jangan terlalu berbangga dengan kecantikan sehingga mempamerkan seluruh perhiasan (baca: tubuh) kepada ajnabi. Jangan terlalu berbangga sehingga kita memandang rendah orang lain (yang dilihat kurang cantik, kononnya). Jangan terlalu berbangga hingga leka dengan tanggung jawab kepada Allah; BERSYUKUR!

Agar dengan doa, kita akan merendahkan diri di hadapan Tuhan (dan manusia), kita mengakui kekuasaan Tuhan yang menciptakan kita dengan sebaik-baik kejadian, kita mengakui kehebatan Tuhan yang boleh menarik balik nikmatNya pada bila-bila masa. Dan, supaya kita ingat, “Takde maknanya rupa cantik tapi perangai buruk!” Kerana akhlaq itu buah amal, amal itu buah iman. Iman (dan taqwa) menentukan darjat kita di sisi Tuhan. Segala puji bagi Allah, Maha Suci Allah daripada menciptakan sesuatu dengan sia-sia.

Oh, Esok MCQ Psychiatry! Jadi sila jangan perasan cantik. Allah Yusahhil. Ameen.

Read Full Post »

ANTARA KEBENARAN DAN PEMBENARAN

Oleh: Fahmi Islam Jiwanto, MA
Sumber : Dakwatuna.com

Semua anak Adam selalu menginginkan terjadinya hal-hal yang benar, selalu ingin perilaku dan tindak tanduknya dinilai benar, selalu berharap orang lain memberikan kepadanya hal-hal yang benar…. Tetapi ternyata….. Ternyata hal-hal yang dianggap benar, atau dinilai benar tidak semuanya berdasarkan pada Kebenaran. Terkadang hal-hal yang terlihat atau tampak benar sebenarnya hanyalah berdasarkan pembenaran semata. Tidak semua kesalahan sulit dibungkus dengan retorika pembenaran. Tidak semua hawa nafsu telanjang tanpa pakaian pembenaran. Tidak semua kepalsuan terlihat apa adanya.

Ada jarak yang jauh antara kebenaran dengan (yang sekedar) pembenaran. Karena:

Kebenaran bersumber dari Allah, sedangkan pembenaran bersumber dari hati yang sakit.

Allah berfirman tentang kebenaran:

“kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu Termasuk orang-orang yang ragu. (al-Baqarah: 147)”

Sementara tentang pembenaran Allah berfirman:

“dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (al-Baqarah: 10-11)

Kebenaran menenteramkan hati, sementara pembenaran hanyalah membuat hati guncang dan ragu.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits diriwayatkan dari Wabishoh bin Ma’bad:

جِئْتَ تَسْأَلُنِي عَنْ الْبِرِّ وَالْإِثْمِ؟ قُلْتُ نَعَمْ فَجَمَعَ أَصَابِعَهُ الثَّلَاثَ فَجَعَلَ يَنْكُتُ بِهَا فِي صَدْرِي وَيَقُولُ يَا وَابِصَةُ اسْتَفْتِ نَفْسَكَ الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ وَاطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَالْإِثْمُ مَا حَاكَ فِي الْقَلْبِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ رواه أحمد

“Engkau bertanya kepadaku tentang kebaikan dan dosa.” Wabishoh menjawab, “Iya wahai Rasulullah.” Lalu Rasulullah mengumpulkan tiga jarinya dan menusukkannya ke dada Wabishoh, dan bersabda, ” Wahai Wabishoh, tanyalah hatimu. Kebaikan adalah sesuatu yang membuat hatimu tenang dan jiwamu tenteram. Sedangkan dosa adalah sesuatu yang mengganjal di hatimu dan mengguncang dadamu, meskipun orang-orang sudah memberimu jawaban. (HR Ahmad juz 37 hal. 438 no. 17315)

Kebenaran bertahan lama, sementara pembenaran cepat atau lambat akan tersingkap kepalsuannya.

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, Maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, Maka arus itu membawa buih yang mengambang. dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (ar-Ra’du: 17)

Kebenaran melahirkan kebaikan, sedangkan pembenaran melahirkan kerusakan.

Tentang akibat masyarakat yang menegakkan kebenaran Allah berfirman,

Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, Maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (al-A’raf: 96)

Tentang masyarakat yang didominasi oleh dosa Allah berfirman,

telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(ar-Rum: 41)

Kebenaran terkadang kurang populer, sedangkan pembenaran selalu mengandalkan popularitas.

Allah berfirman:

dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah menduga-duga. (al-An’am: 116)

Sedangkan tentang orang-orang munafiq Allah menceritakan bagaimana mereka memakai sumpah palsu untuk mendapatkan popularitas, Allah berfirman,

mereka (orang-orang munafiq) bersumpah kepada kamu dengan (nama) Allah untuk mencari keridhaanmu, Padahal Allah dan Rasul-Nya Itulah yang lebih patut mereka cari keridhaannya jika mereka adalah orang-orang yang mukmin.” (at-Taubah: 62)

Allah juga berfirman

dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, Padahal ia adalah penantang yang paling keras. (Al-Baqarah: 204)

Kebenaran adalah sesuatu yang diperjuangkan orang mukmin, sementara pembenaran adalah hal selalu dipakai oleh orang munafik.

Nabi Syu’aib a.s. mengatakan

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Hud: 88)

Nabi Syu’aib ketika mengatakan kebaikan, dia dalam posisi memperjuangkan kebenaran yang kadang tidak mendatangkan keuntungan untuknya. Sedangkan pengguna topeng pembenaran menggunakan retorika untuk membela kepentingan dan mempertahankan zona amannya.

Maka Bagaimanakah halnya apabila mereka sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah: “Demi Allah, Kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna”. mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang di dalam hati mereka. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasehat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. (an-Nisa’: 62-63)

Pencari kebenaran selalu mengintrospeksi dirinya, sedangkan pengguna pembenaran selalu menutupi cacatnya.

Rasulullah bersabda,

الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ رواه الترمذي وابن ماجه

Orang yang pandai adalah yang mengekang jiwanya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang lemah adalah yang selalu mengikuti hawa nafsunya dan banyak berangan-angan terhadap Allah. (HR at-Turmudzi dan Ibnu Majah)

Kebenaran terkadang pahit dan tidak sesuai dengan hawa nafsu sedangkan pembenaran selalu mengikuti hawa nafsu.

Rasulullah SAW bersabda,

حُفَّتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ رواه البخاري ومسلم واللفظ له

“Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, sedangkan neraka dikelilingi oleh syahwat.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

Kebenaranlah yang pada akhirnya bermanfaat di akhirat, sedangkan pembenaran hanya akan mempersulit hisab seseorang.

pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya, bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun Dia mengemukakan alasan-alasannya. (al-Qiyamah: 13-15)

Semoga Allah memberi petunjuk dan kekuatan pada kita semua untuk mengetahui dan mengikuti kebenaran di mana pun dan kapan pun. Amiin. Allahu a’lam

Read Full Post »

I’m 24!

BismiLLah…

“Do not feel secure from death at any time:
Even if you seek protection
in your advisers and your guards,
know that the arrows of death
are always pointing in our direction
,
whatever armour and shields we may have.
Do you hope for forgiveness
when you have not trodden its paths?
A ship does not sail on dry land.”

[Abu al-’Ataahiyah 748-828, as reported by Ibn Hibban in his book ‘Rawdhat ul-‘Uqala’ (Garden of the Wise)]

Read Full Post »

AllahuRabbuna

BismiLLah…

Nasyid sekolah Maahad versi ‘tidak mengantuk’. (Sila abaikan konotasi ini jika anda bukan pelajar atau bekas pelajar Maahad Muhammadi Lilbanat)

Vodpod videos no longer available.

more about “AllahuRabbuna“, posted with vodpod

الله رَبُّنا الله غَايَتُنا
الله رَبُّنا رَبُّ العَالَمِين
الله رَبُّنا الله غَايَتُنا
الله رَبُّنا يا رَبَّ العَالَمِين

يا إلَهِي يا إلَهِي يا مُجِيبَ الدَّعَوَاتِ
اِجْعَلِ اليَومَ سَعِيداً وَكَثِيرَ البَرَكَات

وامْلاءِ الصََّدْرَ شِرَاحاَ وَالفَمِ بِالبَسَمَاتِ
وَ أعِنِّي فِي دُرُوسِي وَأدَاءِ الوَاجِبَاتِ
وَأنِرْ عَقْلِي وَقَلْبِي بِالعُلومِ النَّافَعَات
اِجْعَلِ التَّوْفِيقَ حَظِّي وَنَصِيْبِي فِي الحَيَاة

وَاحْمِنِيْ وَاحْمِ بِلاَدِيْ مِنْ شُرُورِ الحاَدِثَات
وَامْلاءِ الدُّنْيَا سَلاماُ شَامِلاً كُلَّ الجِهَات
يَا إلَهِي يَا إلَهِي وَاسْتَجِبْ كُلَّ الصَّلاة

Allah Tuhan kami, Allah matlamat kami
Allah Tuhan Kami, Tuhan Sekalian Alam

Wahai Tuhan
Wahai Yang Memperkenankan doa-doa kami
Jadikan hari ini hari yang bahagia dan diberkati

Terangilah dada kami dan lidah kami dengan zikir
Bantulah kami dalam pelajaranku dan dalam melaksanakan kewajipan
Terangilah akalku dan hatiku dengan ilmu-ilmu yang bermanfa’at
Kurniakan taufiq dalam kehidupanku

Lindungilah aku dan negeriku daripada kejahatan makhluk-makhluk
Penuhilah dunia dengan kesejahteraan yang melimpahi ke segenap pelusuk
Wahai Tuhan, Perkenankanlah doaku.

Read Full Post »

Kuey Teow Halal

BismiLLah…

Bukan gambar sebenar

Bukan gambar sebenar

Aku puasa, tapi nak makan juga, wajib buka sebab makanan dah terhidang.”

Saya memandang empunya suara. Diam. WAJIB berbuka? Saya memberontak. Ya, saya faham maksud rakan seperjuangan saya itu. Dia bukan bermaksudkan wajib dari segi hukum, tapi lebih kepada memperkatakan tentang adab di dalam majlis makan-makan. Tapi disebabkan saya tidak berpuas hati dan berkeras mahu meneruskan puasa (sunat) saya (walaupun saya sedar, kebanyakan ulama’ berpendapat lebih afdhal berbuka puasa), lantas saya berbisik kepada sahabat saya yang turut berpuasa,

Sejak bila pula wajib berbuka? Sedangkan semasa walimah juga ada kelonggaran untuk kita meneruskan puasa. Yang wajib hanya memenuhi jemputan!

Sabda Rasulullah s.a.w. “Barang siapa yang dijemput menghadiri jamuan makan sedangkan ia berpuasa maka hendaklah ia menyahuti jemputan itu dan jika ia mahu ia boleh makan dan jika ia tidak mahu ia boleh tinggal.”

Sabda Rasulullah s.a.w. “Barang siapa yang dijemput kepada jamuan perkahwinan atau sebagainya maka hendaklah ia menyahutinya.” [Muslim]’.

‘Ah, lagipun, kami ber-30. Tak mungkin penganjur perasan kalau kami tak makan.’

Tiba-tiba;

Eh, yang tu kenapa tak makan?” (Merujuk kepada kami berempat, termasuk PS yang masih kenyang bersarapan pagi tadi). Saya diam.

Puasa!” Jerit sahabat saya. Tapi barangkali dewan agak bising, Cikgu K, Penyelia Pusat Kanak-kanak Istimewa itu tidak dapat menangkap butiran perkataan sahabat saya.

Jangan risau, makanan kat sini semuanya halal!”

Pecah ketawa kami. Teman-teman semuanya memandang. Muka saya merona merah. Malu. Dan pastinya, teman saya yang awal-awal lagi sudah mengingatkan kami tersenyum menang. Kami bertiga-tiga menuju ke meja hidangan. Sambil menyendukkan makanan untuk kami, dia bertanya sebab kami tidak makan. Kami berterus terang.

Oh, puasa Khamis nantilah ye?” Kasihan Cikgu K, kami mengangguk. Moga-moga dia tidak berkecil hati atau serba-salah. Kami memang tidak tahu-menahu ada sesi makan-makan sebelum tiba di pusat ini pagi tadi. Memang saya ada terfikir, bagaimana kalau ada yang menyangka kami tidak makan kerana khuatir tentang halal-haram makanan di sini. Tapi saya tidak menyangka, ia benar-benar berlaku!

Ya Allah, ampunkan kami, mudah-mudahan kami tidak menjadi fitnah terhadap agama kami. Amin.

p/s: Kepada teman yang mengingatkan (if somehow you come across my blog), terima kasih atas peringatan. Saya tidak marah, tapi malu kerana ‘sombong’ dengan pegangan sendiri. Moga ia menjadi pengajaran buat kita semua.

Read Full Post »

BismiLlah…

Tiada mood untuk menulis, sekadar menyalin-tampal. Kalau tak faham, boleh rujuk kamus.

p/s: Gambar di bawah ialah gambar Sheikh Fathi Yakan, ulama kelahiran Beirut yang terkenal dengan buku beliau “Apa Ertinya Saya Menganut ISlam” (Ma dza ya’ni bi intima-il-islam). Beliau telah meninggal dunia pada waktu Sabtu pagi (waktu Lubnan) selepas beberapa hari berada dalam keadaan kritikal di hospital di Beirut.

وفاة الداعية الإسلامي فتحي يكن
السبت 20 جمادى الآخرة 1430 الموافق 13 يونيو 2009
وفاة الداعية الإسلامي فتحي يكن
الإسلام اليوم/ الفرنسية

تُوفي، صباح السبت، رئيس جبهة العمل الإسلامي في لبنان فتحي يكن؛ عقب تعرُّضه لأزمة صحية نقل على إثرها إلى المستشفى منذ بضعة أيام.

وأوضح المكتب أن يكن تُوفّي في مستشفى “أوتيل ديو” في بيروت عن عمر يناهز 76 عامًا.

وولد فتحي يكن المعروف بقربه من جماعة الإخوان المسلمين في طرابلس سنة 1933. وحاز درجة الدكتوراه في الدراسات الإسلامية واللغة العربية.

انخرط فتحي يكن في العمل الإسلامي في لبنان منذ الخمسينات، وأنشأ الجماعة الإسلامية في مطلع الستينات وتولى الأمانة العامة فيها حتى العام 1992 حين قدّم استقالته منها بعد نجاحه في الانتخابات النيابية ليتفرغ للعمل البرلماني حتى 1996.

في السنوات الأخيرة، ترأس يكن جبهة العمل الإسلامي المؤيدة لقوى 8 آذار، ولعب دورًا في الوساطات من أجل إنهاء معارك مخيم نهر البارد في شمال لبنان بين الجيش اللبناني وحركة فتح الإسلام التي دارت في صيف 2007.

وللفقيد العديد من الكتب ومن مؤلفاته “رسالة القومية العربية”، و”كيف ندعو إلى الإسلام”، و”ماذا يعني انتمائي للإسلام”، و”المتغيرات الدولية”، و”الدور الإسلامي المنشود”.

Read Full Post »