Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2008

Indonesian MPs pass anti-smut bill

Indonesia’s parliament has passed a controversial anti-pornography bill which Islamic parties and organisations argue is needed to save the country from immoral behaviour.

The law has been almost a decade in the making, and has been watered-down on several occasions amid rows over the definition of pornography.

Two opposition parties – the nationalist Indonesian Democratic Party of Struggle and the Christian Prosperous and Peace Party – walked out on Thursday when parliament passed the bill.

Some members of parliament clapped and shouted “Allahu Akbar”, or God is great, following the knock of the hammer to signal the bill had been passed.

About 200 Muslim women in headscarves rallied in front of the parliament building in support of the bill.

On Wednesday hundreds of supporters of the new law marched through the capital, Jakarta, urging politicians to enact the bill.

They have been angered by what they say are increasingly racy television ads and films, as well as the growing availability of magazines such as Playboy.

“I don’t want my children to go to hell because we allow pornography,” one demonstrator named Siti told The Associated Press.

“Sexually explicit movies, TV ads … it’s bad for my family, my sons and daughter.”

———-

Tahniah untuk Muslim di Indonesia. Semoga jiran terdekatnya juga mengambil pengajaran daripadanya.

Baca juga (khususnya Muslimah): Red Enhances Men’s Attraction To Women

Read Full Post »

Ask the Prof Google

BismiLlah…

Dedicating this entry to my dearest twin by initial; Ir ZMK.

Definition of ZMK

Definition of ZMK

*Giggles* *Giggles*

p.s. Takde keje kan? Was in tense that I need a break. Jumpe mende ni.

Read Full Post »

BismiLLah…

I’ve read something good which I think I should share it with others, especially all the Mujahidah and Mujahidah-to-be. Happy reading.

Karakteristik Isteri Aktivis Dakwah

Seorang aktivis dakwah memerlukan isteri yang ‘tidak biasa’. Kenapa? Karena mereka tidak hanya memerlukan istri yang pandai merawat, pandai memasak, pandai mengurus rumah, pandai mengelola keuangan, cekap dalam hal-hal berkenaan urusan rumahtangga. Maaf, bukan bermaksud mengecilkan, berbagai kepandaian dan kecekapan itu adalah bekalan ‘standard’ yang memang harus dimiliki oleh seorang isteri, tanpa memandang adakah suaminya seorang aktivis atau bukan. Atau dengan kata lain, seorang perempuan dikatakan siap untuk menikah dan menjadi seorang isteri jika dia memiliki berbagai-bagai bekalan yang standard itu. Namun bagaimana jika sudah jadi isteri, tapi tidak punya bekalan itu? Ya, jangan hanya diam, belajarlah. Istilah popularnya ‘learning by doing’.

Kembali kepada pokok perbahasan kita. Menjadi isteri aktivis bererti bersedia untuk mempelajari dan memiliki bekalan ‘di atas standard’. Berikut ini adalah bekalan yang diperlukan oleh isteri aktivis atau yang ingin menikah dengan aktivis dakwah:

1. Bekalan Yang Bersifat Pemahaman (fikrah)

Hal paling penting yang harus difahami oleh isteri seorang aktivis dakwah, bahawa suaminya pastinya tidak sama dengan suami pada umumnya. Seorang aktivis dakwah adalah orang yang mempersembahkan waktunya, gerak amalnya, getar hatinya, dan seluruh hidupnya demi tegaknya dakwah Islam dalam rangka meraih ridha Allah. Mendampingi seorang aktivis adalah mendampingi seorang prajurit Allah. Tak ada yang dicintai seorang aktivis dakwah melebihi cintanya kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalan-Nya. Jadi, siapkan dan ikhlaskan diri kita untuk menjadi cinta ‘kedua’ bagi suami kita, karena cinta pertamanya adalah untuk dakwah dan jihad! Ayuh bangun dari lena kalian…

2. Bekalan Yang Bersifat Ruhiyah

Berusahalah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jadikan hanya Dia tempat bergantung semua harapan. Yakinlah bahwa ada Kehendak, Qadha, dan Qadar Allah yang berlaku dan pasti terjadi, sehingga tak perlu takut atau khuwatir melepaskan suami pergi berdakwah ke manapun. Yakinlah bahwa Dialah Sang Pemilik dan Pemberi Rezeki, yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi sesiapa yang Dia kehendaki. Bekalan ini akan sangat membantu kita untuk bersikap ikhlas dan qana’ah ketika harus menjalani hidup bersahaja tanpa limpahan harta. Dan tetap berwaspada dalam setiap perkara agar tak menjadi takabur dan lalai ketika Dia melapangkan rezeki-Nya untuk kita.

3. Bekalan Yang bersifat Ma’nawiyah (mentaliti)

Inilah di antara bekalan berupa sikap mental yang diperlukan untuk menjadi istri seorang aktivis: kuat, tegar, gigih, kukuh, sabar, tidak manja (kecuali dalam batasan tertentu) dan mandiri. Tidak mengharapkan semuanya diselesaikan oleh suami. Namun ada upaya dari diri sendiri untuk terus mencuba dengan pelbagai alternative.

4. Bekalan Yang bersifat Aqliyah (intelektualiti)

Ternyata, seorang aktivis tidak hanya memerlukan pendengar setia. Ia perlukan isteri yang boleh untuk diajak bersembang, tukar pikiran, musyawarah, atau perbincangan tentang kesibukan dan minatnya. Karena itu, banyaklah membaca, rajin mendatangi majlis-majlis ilmu supaya luas tsaqafah.

5. Bekalan Yang Bersifat Jasadiyah (fizikal)

Minimal sihat, menjaga kebersihan, dan tidak selalu sakit saja. Jika fizikal kita sihat, kita dapat melakukan banyak hal, termasuk mengurus suami yang sibuk berdakwah. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesihatan, membiasakan pola hidup sihat, rajin beriadhah dan lain-lain. Selain itu, jangan lupakan masalah merawat wajah dan tubuh badan. Ingatlah, salah satu ciri isteri solehah adalah ‘menyenangkan ketika dipandang’.

Akhirnya, ada bekalan yang lain yang tak kalah penting. Itulah sikap mudah memaafkan. Bagaimanapun soleh dan taqwanya seorang aktivis, tak akan mengubah dia menjadi malaikat yang tak punya kesalahan. Seorang aktivis dakwah tetaplah manusia biasa yang pastinya dan mungkin untuk melakukan kesalahan. Bukankah tak ada yang ma’shum di dunia ini selain Baginda Rasulullah?

source: Copied and pasted from http://akhwatsolehah.blogspot.com

Read Full Post »

BismiLLah…

Lah, kalau ‘an meninggal nanti memang betul boleh jumpa Alang Misah?” (‘An = saya dalam loghat Negeri Sembilan)
Tersentuh hati saya mendengar cerita emak tentang soalan arwah makcik sebelum beliau meninggal dunia 2 bulan lalu. Kata emak, makcik di akhir hayatnya, ternanti-nanti untuk dipertemukan dengan ruh kakak beliau yang lebih dahulu pulang ke rahmatuLLah lebih 4 tahun lalu.

(more…)

Read Full Post »